Di halaman ini

Baca halaman ini dalam bahasa Inggris

Terjemahan mesin otomatis halaman berbahasa Inggris ini, yang belum ditinjau oleh penutur asli.

Storytelling dalam pendidikan — penggunaan narasi sebagai alat pedagogis untuk melibatkan siswa, menyampaikan makna, serta mendukung konstruksi pengetahuan, kreativitas, dan koneksi emosional. Storytelling adalah cara yang alami dan memotivasi bagi siswa untuk memaknai dunia, dan ia makin sering dipadukan dengan teknologi — termasuk AI dan robot sosial — untuk menciptakan pengalaman naratif yang interaktif dan adaptif. Storytelling digital dan yang termediasi robot dapat menambahkan interaktivitas, personalisasi, dan keberwujudan fisik yang tidak dimiliki storytelling konvensional (berbasis kertas atau slide).

Pertanyaan untuk Dipertimbangkan

  • Pikirkan sebuah pelajaran atau konsep yang Anda ingat dengan jelas karena disampaikan sebagai cerita. Apa yang ditambahkan narasi yang tidak diberikan penjelasan biasa, dan dapatkah kekuatan itu bertahan ketika diserahkan kepada AI atau robot?
  • Halaman ini menjelaskan storytelling termediasi robot dan LLM yang merespons siswa serta mendukung ko-kreasi. Menurut Anda apa yang diperoleh — dan berpotensi hilang — ketika sebuah cerita dibangun bersama mesin alih-alih diceritakan oleh manusia?
  • Jika storytelling membangun keterlibatan, kreativitas, dan koneksi emosional, di mana penggunaannya dalam pendidikan bisa lebih dari sekadar hiburan — dan di mana ia berisiko menggantikan pemahaman dengan perasaan?
  • Sebuah robot pendongeng meningkatkan keterlibatan perilaku dan kognitif dibanding kertas dan PowerPoint dalam penelitian yang dikutip. Apakah Anda percaya keterlibatan itu berujung pada pembelajaran, atau mungkinkah kebaruan robot yang melakukan pekerjaannya?
  • Bagaimana Anda dapat mengetahui apakah seorang siswa benar-benar memaknai cerita yang dikreasikan bersama AI, bukan sekadar menikmati pengalaman interaktifnya?

Pendahuluan

Storytelling berakar pada teori-teori Motivasi, Keterlibatan Siswa, dan Konstruktivisme tentang pembelajaran. Ia mendukung Pembelajaran Bahasa, Kreativitas, Pembelajaran Sosial-Emosional, dan pemahaman. Di era AI, storytelling yang digerakkan LLM dan termediasi robot memungkinkan ko-kreasi, ketika siswa dan agen AI membangun cerita bersama, serta narasi interaktif yang merespons siswa.

Bagaimana storytelling muncul dalam penelitian basis pengetahuan

  • Storytelling termediasi robot: MotiBo menggunakan robot pendongeng digital interaktif yang mirip manusia, dan menemukan kenaikan signifikan pada keterlibatan perilaku dan kognitif dibanding metode kertas dan PowerPoint; RoboBuddy memungkinkan guru membuat aktivitas storytelling berbasis skenario yang digerakkan LLM dari konten kurikulum.
  • Kenaikan keterlibatan punya besaran, dan motivasi tidak mengikutinya. MotiBo unggul 27.06% dan 30.00% atas kertas dan PowerPoint pada keterlibatan perilaku dan kognitif (keduanya p < .05), sementara motivasi intrinsik naik 20.21% tanpa mencapai signifikansi (p = .07). Keterlibatan bergerak, motivasi tidak melewati ambangnya, dan kuasi-eksperimen lima hari itu tidak mengukur luaran pembelajaran (Fung & Lui, 2026).
  • HRI naratif ko-kreatif: Studi naratif iCub mengeksplorasi ko-kreasi cerita antara manusia dan robot, dengan mengintegrasikan model generatif untuk interaksi yang sesuai konteks.
  • Narasi dan kreativitas: Storytelling mendukung Kreativitas dan perkembangan bahasa, serta digunakan untuk meningkatkan motivasi dan keterlibatan dalam lingkungan K-12.
  • Storytelling digital sebagai penyeimbang AI: Ketika AI generatif makin dominan, storytelling digital dibingkai ulang sebagai wahana bagi kapasitas emosional, kultural, dan naratif yang tidak dimiliki AI. Dalam model pembelajaran berbasis proyek untuk pendidikan seni dan desain, siswa menerjemahkan warisan budaya lokal menjadi narasi AI Multimodal dalam 92 karya storytelling digital, menunjukkan bagaimana storytelling menopang kreativitas manusia di era AI.
  • Narasi hasil generasi mudah diproduksi dan sulit dijaga koherensinya. Dengan 22 mahasiswa STEM, fiksi interaktif hasil AI dinilai baik pada kejelasan narasi (M = 4.11) dan panjangnya (M = 4.14), tetapi keterlibatan berada di titik netral (M = 3.08) dan koherensi isi cerita paling lemah (M = 2.92) (AI-Generated Interactive Fiction for Educational Use: A Pilot Study of Perceived Comprehensibility, Coherence, and Engagement). Ko-kreasi mewarisi kelemahan itu justru pada lapisan tempat sebuah cerita seharusnya bekerja.

Storytelling terhubung dengan Keterlibatan Siswa, Motivasi, Kreativitas, Robot dalam Pendidikan, Pembelajaran Bahasa, Pembelajaran Sosial-Emosional, dan Robot dalam Pendidikan.

Miskonsepsi Umum

"Cerita yang dibangun bersama adalah cerita yang diceritakan." Yang diperoleh adalah kelancaran dan volume; yang berisiko adalah kepengarangan si pencerita. Sebuah cerita adalah penataan pengalaman oleh seseorang yang memilih urutan dan penekanannya, sehingga mesin yang menyediakan strukturnya telah menyediakan bagian yang membawa makna.

"Storytelling hanyalah tambahan lunak bagi isi materi." Narasi adalah perangkat memori dan pemaknaan, dan siswa yang menarasikan itulah yang mengerjakan pekerjaan penataan. Menyerahkan penarasian berarti menyerahkan pembelajarannya.

"Generasi AI membuat storytelling tersedia bagi siswa yang tidak bisa menulis." Yang tersedia adalah memproduksi artefak tertulis, dan itu manfaat yang berbeda. Penarasian lisan, menggambar, dan dikte adalah jalur mapan menuju tujuan yang sama, dan jalur-jalur itu mempertahankan kepengarangan yang dihapus oleh generasi.

"Nilai pendidikan sebuah cerita terletak pada hasil akhirnya yang rapi." Nilainya terletak pada konstruksi — pemilihan dan penataan yang dilakukan seorang pencerita. Cerita rapi yang tidak disusun sendiri oleh siswa membuktikan kompetensi model, bukan kompetensi siswa.

Konsep terkait

Artikel terkait

Sematkan halaman ini

Salin kode di bawah untuk menyematkan halaman ini di sistem manajemen pembelajaran atau situs web lain. Versi yang disematkan hanya menampilkan konten halaman — header, navigasi, dan footer situs disembunyikan.